Bismillah
wasshalatu wassalamu ala Rasulillah
Di era informasi yang berkembang
sangat pesat ini dan majunya ilmu ilmu pengetahuan, manusia mudah sekali
mengakses berita ataupun perkembangan ilmu dengat sangat mudah. Namun hal itu
kemudian tidak menjadi masalah bagi ummat islam. Bahkan ummat islam sering
tertuntut untuk membuktikan keilmiahan keimanan mereka. Hal ini dikarenakan
media media informasi yang sangat mudah menyebar lewat internet berasal dari
beraneka ragam manusia dengan latar belakang dan ideology yang berbeda beda. Misalnya
dari kalangan Atheis (orang orang yang tidak mengakui adanya Tuhan) dan anak
turun ideology ini semisal Naturalisme (orang orang yang hanya mengakui
wujud hakiki itu adalah alam saja), Humanisme (wujud kebenaran absolute adalah
dari perasaan manusia) Sosialisme (orang orang yang meyakini bahwa
pendapat / suara kebanyakan manusia adalah kebenara hakiki) Satanisme
(orang orang yang nyata nyata menentang semua agama), Scientistme (orang
orang yang hanya membanggakan IPTEK yang tidak mau meyakini kebenaran sesuatu sebelum
dibuktikan secara ilmiyyah). Untuk kelompok yang terakhir ini yang paling
banyak karena biasanya bersembunyi dibalik sains. Dan sebenarnya para saintis
(ilmuwan) yang mau jujur tentu mereka akan meyakini kebenaran Al-Qur’an karena
banyaknya ayat dalam Al-Qur’an yang terbukti dan mencocoki dengan penelitian
penelitian ilmiah modern yang tidak mungkin bisa difahami dizaman Al-Qur’an itu
diturunkan.
Sengaja kami sebutkan lima kelompok
dasar tersebut terambil dari ushul syubhat (dasar kerancuan) atau mabda
dan sumber pola berfikir dari lahirnya sekte sekte tersebut. Pada faktanya
sekte sekte tersebutpun tidak jumud (stagnan) namun terus berkembang menjadi ideology
ideology baru, bahkan terkadang saling bertentangan dan menimbulkan peperangan.
Bahkan dalam catatan sejarah tentang Perang Dunia I dan II banyak kalangan
mensinyalir disebabkan perebutan pengaruh antar Block barat yang berhaluan Humanis,
Kapitalis, Naturalis dan Block Timur yang berhluan Sosialis, Komunis.
Berikut ini kami sajikan bukti bukti
logika keimanan seorang muslim dalam rangka membentengi ummat dari syubhat
(kerancuan) sekte sekte tersebut sehingga ummat memiliki keimanan yang kokoh
dan tidak terombang ambing dengan banyaknya ideology yang berkembang yang dapat
melemahkan iman seorang muslim sehingga ia hidup tenang dan bahagia didunianya
dengan keimanan dan selamat dihari kiamat nanti.
Pertama: Adanya Alam Semesta &
Makhluknya
Adanya alam semesta dan
makhluk yang beraneka ragam memberikan kesaksian akan wujud(keberadaan)
sang pencipta, yaitu Allah shubhana wa ta’ala. Karena tidak ada
seorangpun di alam raya ini yang mengklaim telah menciptakan alam raya ini
beserta isi-isinya selain dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Akal manusia pun menyatakan
mustahil (tidak mungkin) adanya sesuatu tanpa adanya sang pencipta (yang
mengadakan), bahkan juga akan menyatakan mustahil akan adanya sesuatu yang
sangat sederhana tanpa ada yang mengadakannya, seperti adanya makanan tanpa
adanya orang yang berupaya untuk memasaknya, atau adanya hamparan di bumi tanpa
adanya yang mengungkapkannya. Maka Bagaimana dengan alam raya yang luar biasa
besarnya yang terdiri dari langit dengan segala planet-planet yang
dikandungnya, matahari, bulan dan bintang-bintang, semuanya berbeda besar dan
kecilnya bentuk dan rupanya dimensi-dimensinya, dan pergerakannya bumi dengan
segala apa yang ada di permukaan nya, seperti manusia, jin, dan berbagai hewan
dan segala jenis dan spesiesnya dan dengan segala perbedaan warna dan bahasa,
perbedaan pengetahuan dan pemahaman, karakteristik dan ciri, dan dan segala apa
yang dikandungnya seperti barang-barang tambang yang bermacam-macam warna dan
kegunaannya; dengan segala sungai yang mengalir, daratan yang diliputi lautan
dan samudra, serta dengan segala macam tumbuh-tumbuhan, pepohonan, yang
beraneka macam buah buahnya, yang berbeda-beda pula Macam dan jenisnya, rasa
dan baunya, kekhususan dan kegunaannya.
Kedua: Firman Allah (Kalam Allah)
Adanya Firman-Nya pada kita yang selalu kita baca
dan kita hayati serta kita pahami maknanya merupakan bukti atas
wujud(keberadaan) Allah, karena sangat mustahil ada pembicaraan ( kalam)
tanpa adanya pembicara (mutakallim) atau adanya ucapan tanpa adanya
yang mengucapkan.
Jadi kalam atau firman Allah itu
menunjukkan wujud Nya (keberadaannnya) apalagi Firman-Nya itu
mengandung ajaran yang paling kokoh dan sempurna yang pernah diketahui oleh
manusia, dan undang-undang (aturan) yang paling bijaksana yang dapat
merealisasikan berbagai kebaikan bagi umat manusia. Ia juga meliputi teori-teori
ilmiah yang benar, serta meliputi berbagai masalah ghaibiyyah(yang tak
dapat ditangkap panca indera) dan peristiwa-peristiwa sejarah.
Dan di dalam semua hal itu ia sangat tepat dan
benar tidak ada suatu hukum (aturan ) pun dari hukum-hukum yang dikandungnya
yang tidak merealisasikan kegunaan danmamfaatnya sekalipun masa telah
berlalu.Sekalipun waktu dan tempat berbeda namun tidak ada satu teori pun
dari teori-teori yang ada di dalamnya yang kadaluarsa, dan tidak ada satu
masalah ghaipun yang tidak terbukti dari perkara-perkara ghaibiyyah
yang diberitakannya. Dan tidak ada satu ahli sejarahpun yang berani membatalkan
kisah-kisah yang dimuat didalam firman-Nya.
ucapkan (kalam) yang bijaksana lagi benar seperti
itu membuat akal menjadi mustahil akan menisbatkannya(mengatasnamakan) kepada
seorang manusia, karena kalam seperti itu diluar kemampuan manusia dan diluar
tingkat pengetahuan mereka. Maka apabila sudah tidak mungkin lagi dikatakan
bahwa kalam( Firman nya dlm Alquran) adalah ucapan manusia, maka ia adalah
kalam (firman) sang pencipta manusia dan sekaligus sebagai dalil atas
wujud(keberadaan), ilmu, kodrat (kekuasaan-Nya), dan kebijaksanaan Nya.
Tiga : Adanya sistem yang teratur di alam semesta
Adanya sistem yang sangat teratur rapi seperti
ini, yang tercermin pada sunnah kauniyah (sunnatullah=proses dialam)
di dalam penciptaan, pembentukan, pertumbuhan, dan pengembangan bagi seluruh
makhluk hidup yang ada di alam semesta Ini. sesungguhnya, semuanya patuh dan
tunduk kepada sunnatullah, tidak dapat keluar darinya bagaimananpun
juga. contohnya adalah manusia, yang diciptakan bermula dari sperma yang
tercerahkan ke dalam rahim, kemudian melalui fase yang sangat ajaib di mana
tidak ada seorang pun selain Allah yang ikut campur disitu. Lalu keluar darinya
sebagai sosok manusia yang sempurna. Itu adalah dalam masa penciptaan dan
pembentukannya. Demikian pula pertumbuhan dan perkembangannya, dari bayi dan
anak-anak hingga menjadi seorang remaja dan dewasa, dan terus belajar berlanjut
memasuki masa tua. Siklus yang sama terjadi pada hewan dan tumbuhan juga.
Demikian pula langit dan benda-benda yang ada
didalamnya, semuanya mengikuti proses alamiah (sunnatullah) yang telah
ditetapkan kepadanya, tidak pernah menyimpang darinya dan tidak pernah keluar
dari jalurnya. Jika saja terjadi penyimpangan atau sejumlah planet keluar dari
garis edarnya, niscaya hancurlah alam semesta ini, dan berakhirlah kehidupan.
Berdasarkan dalil-dalil akal yang logis Seperti
di atas maka seorang Muslim beriman kepada Allah, kepada rububiyah Nya
(Hak prerogative ) atas segala sesuatu dan ilahiah-Nya(hak Allah untuk
diibadahi) bagi manusia terdahulu dan manusia masa kini.
[Lihat Minhajul Muslim oleh Syaikh Abu Bakar
Jabir Jaza’iri Bab I]
Sebuah renungan
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ
شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُوْنَ. أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ بَل لاَ
يُوْقِنُوْنَ. أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ الْمُصَيْطِرُوْنَ
“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun
(yakni secara tiba-tiba) ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?
Ataukah mereka yang telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka
tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada
perbendaharaan Rabbmu atau mereka pula yang berkuasa?” [At-Thur: 35-37]
Al-Ittiba'
Komentar
Posting Komentar