Allah subhanahu wata’ala berfirman ; لقَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُواْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبْلُ لَفِى ضَللَٰ مُّبِينٍ “Dan sungguh Allah telah memberikan karunia kepada orang orang beriman, dengan mengutus untuk mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, ia membacakan kepada mereka ayatnya, mensucikan jiwanya, dan mengajarkan kepada mereka al-kitab (al-Qur’an) dan hikmah (sunnah) dan sesungguhnya sebelum itu mereka ada dalam kesesatan yang nyata ” (QS; Ali Imran 164) dari ayat ini dapat diambil pelajaran bahwa perkara yang menjadikan jiwa menjadi suci adalah Al-Qur’an yang ia adalah kitab pensucian jiwa, sumber dan penopang untuk terealisasinya kesucian jiwa. Barangsiapa yang menginginkan kesucian jiwanya maka hendaklah ia mencarinya di dalam kitab Allah. Ibnu Abbas berkata ; ضمن الله لمن اتبع الفرأن أن ﻻ يضل في ...
Pondok Pesantren Takhassus Tahfidzul Qur'an dan Bahasa Arab Berbasis Ta'awun dan Sosial