Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tazkiyyatun Nafs

Memilih Teladan Dalam Memperbaiki Diri dan Mensucikan Jiwa

  Manusia secara fitrah terlahir dalam keadaan tidak mengetahui apa maka dalam kehidupanya mereka pada asalnya saling meneladani dan meniru satu dengan yang lain. Demikian juga dalam hal untuk menjadi pribadi yang baik dan berjiwa yang suci dan bersih. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman; لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّـهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّـهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّـهَ كَثِيرً ا “ dan sungguh ada pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagi kalaian untuk siapa saja yang berharap ( berjumpa ) Allah dan hari kiamat, dan ia banyak mengingat Allah “ (QS. Al-Ahzab : 21) Berkata Ibnu Katsir;” ayat yang mulia ini adalah dasar utama dalam masalah menjadikan teladan kepada Rasulullah, dalam ucapan, perbuatan, dan tingkah laku. “ (Tafsir Ibnu Katsir: 11/133). Hasan Al-Bashri berkata: “Suatu kaum telah berkata pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; “sesungguhnya kami mencintai Rabb (tuhan) kami, maka ...

Al-Quran Adalah Mata Air Kesucian Jiwa

Allah subhanahu wata’ala berfirman ; لقَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُواْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبْلُ لَفِى ضَللَٰ مُّبِينٍ “Dan sungguh Allah telah memberikan karunia kepada orang orang beriman, dengan mengutus untuk mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, ia membacakan kepada mereka ayatnya, mensucikan jiwanya, dan mengajarkan kepada mereka al-kitab (al-Qur’an) dan hikmah (sunnah) dan sesungguhnya sebelum itu mereka ada dalam kesesatan yang nyata ” (QS; Ali Imran 164) dari ayat ini dapat diambil pelajaran bahwa perkara yang menjadikan jiwa menjadi suci adalah Al-Qur’an yang ia adalah kitab pensucian jiwa, sumber dan penopang untuk terealisasinya kesucian jiwa. Barangsiapa yang menginginkan kesucian jiwanya maka hendaklah ia mencarinya di dalam kitab Allah. Ibnu Abbas berkata ; ضمن الله لمن اتبع الفرأن أن ﻻ يضل في ...

DO'A TERMASUK SALAH SATU KUNCI UNTUK MERAIH KEBERSIHAN DAN KESUCIAN JIWA

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda;  ليس شيء أكرم على الله تعالى من الدعاء  "Tidak ada yang lebih mulia disisi Allah ta'ala kecuali doa" (Dikeluarkan imam Ahmad dala Al-Jaami' 334, dan  Ibnu Majah 3829) Maka do'a adlaah ibadah paling agung disisi Allah ta'ala, karena didalamnya terkandung pengakuan lemahnya, butuhnya, ketundukan, dan ketidak berdayaan hamba kepada Allah serta pengakuan atas kekuasaan dan kekuatanya, ke-Maha Kayaan, serta ke-Maha Agungan-Nya. Dia menguasai kelemahan musuh musuhnya, terlebih lagi hanya untuk sekedar memberi perlindungan kepada orang orang yang Dia cintai dan wali wali-Nya.  Doa memiliki pengaruh yang besar untuk membuka pintu pintu kebaikan. Sebagaiman perkataan Syaikhul Islam Taqiyyuddin Ahmad bin Abdussalam tatkala memberi wasiat kepada Abu Al-Qasim Al-Magribi ; "Doa adalah kunci pembuka segala kebaikan" (Majmu Fatawa 10/661) Maka seuruh kebaikan yang engkau harapkan dari kebai...

MEWASPADAI TIPU DAYA IBLIS

Berkata Abu farj Rahimahullah;             Ketahuilah bahwa tatkala anak keturunan Adam diciptakan, didalam dirinya juga dimasukan hawa nafsu dan kehendak agar dia bisa mendatangkan apa yang bermanfaat bagi dirinya. Didalam dirinya juga diciptakan rasa amarah yang denganya ia bisa melawan apa saja yang dapat mencelakakan-nya. Ia diberi akal yang seakan ia jadi pendidik yang memerintahkanya untuk berbuat adil pada apa yang harus ia lakukan dan ia tinggalkan. Kemudian Allah subhanahu wat’ala juga menciptakan syetan yang menyuruhnya berlibih lebihan dalam apa yang harus ia lakukan dan apa yang harus ia tinggalkan. Maka yang wajib bagi orang yang berakal adalah measpadai musuh yang satu ini, yang telah mengibarkan permusuhanya semenjak Nabi (bapak) kita Adam alaihis salam, yang sungguh telah mencurahkan seluruh umurnya untuk merusak kondisi anak keturunan Adam.                Allah subhanahu wat’...