Langsung ke konten utama

Memilih Teladan Dalam Memperbaiki Diri dan Mensucikan Jiwa

 

Manusia secara fitrah terlahir dalam keadaan tidak mengetahui apa maka dalam kehidupanya mereka pada asalnya saling meneladani dan meniru satu dengan yang lain. Demikian juga dalam hal untuk menjadi pribadi yang baik dan berjiwa yang suci dan bersih.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman;

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّـهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّـهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّـهَ كَثِيرًا

“dan sungguh ada pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagi kalaian untuk siapa saja yang berharap ( berjumpa ) Allah dan hari kiamat, dan ia banyak mengingat Allah “ (QS. Al-Ahzab : 21)

Berkata Ibnu Katsir;” ayat yang mulia ini adalah dasar utama dalam masalah menjadikan teladan kepada Rasulullah, dalam ucapan, perbuatan, dan tingkah laku. “ (Tafsir Ibnu Katsir: 11/133).

Hasan Al-Bashri berkata: “Suatu kaum telah berkata pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; “sesungguhnya kami mencintai Rabb (tuhan) kami, maka turunlah ayat ini

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah) , niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Ali Imran : 31). {Tafsir Ath-Thabari ; 6/322}

Mengikuti petunjuk Rasulullah dan meneladaninya adalah bukti atas jujurnya kecintaan kepada Allah subhanahu wata’ala, dikarenakan mengikuti dan meneladani Nabi serta berpegang teguh pada manhaj (metode beragama)nya yang lurus itu adalah langkah mensucikan jiwa itu sendiri. Tidak mungkin meraih kesucian dan kejernihan jiwa kecuali dengan apa yang telah dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kemudian muncullah tokoh tokoh kesesatan yang menambahkan perkara perkara baru dalam masalah agama disepanjang zaman dengan model model dan jalan jalan kemungkaran yang mereka mengklaim hal itu dapat membangaung, mensucikan dan mengolah jiwa, merka mengklaim hal itu dapat membimbing hati serta mengeratkan hubungan kepada Allah, dan masih banyak lagi rayuan rayuan rayuan gombal mereka untuk menarik simpati manusia. Mereka mengurung diri, menyepi dari manusia di tempat tempat sepi dan gelap, menyusun nyusun dzikir dzikir yang khusus, dengan lafadz lafadz tertentu yang mereka klaim bahwa dengan hal itu mampu membersihkan, menata, mensucikan jiwa jiwa mereka. Dan masih banyak lagi klaim klaim bathil yang mereka sebarkan.

Ibnul Qayyim berkata; “Mensucikan dan menjernihkan jiwa lebih sulit dan lebih berat daripada menyembuhkan penyakit badan, barangsiapa yang mensucikan dan menjernihkan jiwanya dengan riyadhah (latihan) dan mujahadah (amalan amalan) serta khalwah (menyendiri) yang tidak sesuai dengan yang telah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ia bagaikan orang yang sakit yang menyembuhkan sakitnya dnegan pendapatnya sendiri, lalu sejauh mana kedudukan pendapatnya itu terhadap Ilmu Pengetahuan Kedokteran ? “

Rasulullah adalah dokternya hati dan jiwa, maka tidak ada jalan lain untuk membersihkan dan meraih kesucianya kecuali dari jalan yang telah beliau ajarkan, dengan mencukupkan diri pada ketundukan dan pasrah kepada petunjuknya. Dan Allahlah tempat meminta pertolongan.

Dan juga yang perlu diperhatikan adalah bahwa seluruh amalan itu tertolak (tidak berpahala disisi Allah) bagi pelakunya, sebagaimana dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ; “Barangsiapa yang mengamalkan sebuah amalan yang bukan berasal dari petunjuk kami maka hal itu tertolak “ ( HR. Muslim : 1718).

Al-Imam Sufyan bin Uyainah rahimahullah berkata; “Rasulullah adalah barometer utama, maka denganyalah ditimbang segala sesuatu, dalam hal akhlaqnya, perjalanyanya, petunjuknya, maka apa saja yang sesuai denganya itulah yang hak (benar) dan apa saja yang tidak sesuai denganya itulah kebathilan” (Jami’ Akhlaqir Rawi wa Adabis Saami’ 1/79)

Maka dari sini, wajib bagi siapa saja yang ingin membersihkan, menejrnihkan dan mengolah jiwanya agar bermujaahadah dengan jiwanya untuk ittiba’ (meneladani) dan berpegang teguh kepada ajaran Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan berhati hati serta waspada dari hal hal baru ,inovasi inovasi, jalan jalan, serta metode metode dalam beragama, yang para pendetanya mengklaim hal itu mampu membersihkan dan mensucikanya.


Wallahu a’lam bish shawab


Semoga bermanfaat

Ma’had Al-Ittiba’ Bawen

mitiba.blogspot.com

ittibaaquaculture.blogspot.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Macam macam huruf ل dalam Bahasa Arab

Pembagian huruf lam ل dalam ilmu nahwu: 1.  Lam Huruf Jar  (حرف الجَرّ) yaitu huruf yang mengejarkan isim setelahnya. Contohnya: الكتابُ لِمحمدٍ “Kitab tersebut milik Muhammad.” Lam ini difathah ketika masuk pada dhomir – semisal: لَهُ، لَهُم، لَك 2.  Lam Juhud  (لام الجُحُوْد) harus didahului oleh ما كَانَ atau لَمْ يَكُنْ atau pecahannya. Menashobkan fiil mudhori’ setelahnya dengan bantuan أَنْ yang disembunyikan secara wajib. Contohnya: ما كان المجتهِدُ لِيَرسُبَ “Seorang yang bersungguh-sungguh tidak akan gagal.” 3.  Lam Ta’lil  (لام التَّعْلِيْل) disebut juga  Lam Kay  (لامُ كَيْ) menashobkan fiil mudhori’ setelahnya dengan bantuan أَنْ yang disembunyikan secara jawazan (tidak wajib), diterjemah dengan “ agar, supaya “. Semisal: يجتهد عَلِيٌّ لِينجَحَ “Ali bersungguh-sungguh agar dia sukses.” 4.  Lam Aqibah  (لام العَاقِبة) atau Lam Shoiruroh (لام الصَّيْرُوْرة) yaitu apa yang setelah lam menjadi akibat dari sebelumnya, tanpa adanya...

Profil Ma'had Al-Ittiba'

          Ma’had Al-ittiba’ adalah lembaga pendidikan Islam swasta (non pemerintah) yang terletak di lingkungan Bapang RT 01 RW 09 Kelurahan Harjosari Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Ma’had Al-Ittiba’ dirintis sejak tahun 2016, didirikan pondok pesantren pada tanggal 1 April 2017 dengan sistem kurikulum pesantren yang menitik beratkan kepada Ilmu Ilmu diniyyah namun tetap menggabungkan ilmu sains dan ilmu ilmu yang bermanfaat secara proporsional, serta pembekalan skill kepada santri dari Agrobisnis hingga keahlian kealian lain. Untuk kelulusan Ma’had Al-Ittiba’ selain memiliki standar kelulusan pesantren Ma’had juga memberikan fasilitas kelulusan program kesetaraan Paket A. B. Dan C.           Sebagai legalisasi Ma’had Al-Ittiba’ dipayungi oleh Yayasan Majelis Taklim Ilmu Amal dengan harapan agar dikemudian hari dapat memberi manfaat lebih luas kepada masyarakat sekitar serta bangsa dan negar...

Foto Kegiatan Santri

Muhadharah ummum Bandongan dan sorogan kitab Praktik perckapan bahasa Arab dan Inggris Tahfidzul Qur'an Agro edukasi Agro edukasi