Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Adab dan Etika

ADAB KEPADA KEDUA ORANG TUA

Seorang anak, mempunyai kewajiban untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Namun sangat disayangkan, betapa banyak orang yang meninggalkan kewajiban ini. Mengingat pentingnya masalah berbakti kepada kedua orang tua, maka masalah ini perlu dikaji secara khusus. Di dalam Al-Qur’an, setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya. Seperti tersurat dalam surat al-Israa’ ayat 23-24, Allah Ta’ala berfirman: ﻭَﻗَﻀَﻰٰ ﺭَﺑُّﻚَ ﺃَﻟَّﺎ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﺍ ﺇِﻟَّﺎ ﺇِﻳَّﺎﻩُ ﻭَﺑِﺎﻟْﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻦِ ﺇِﺣْﺴَﺎﻧًﺎ ۚ ﺇِﻣَّﺎ ﻳَﺒْﻠُﻐَﻦَّ ﻋِﻨْﺪَﻙَ ﺍﻟْﻜِﺒَﺮَ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻤَﺎ ﺃَﻭْ ﻛِﻠَﺎﻫُﻤَﺎ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﻘُﻞْ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﺃُﻑٍّ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻨْﻬَﺮْﻫُﻤَﺎ ﻭَﻗُﻞْ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﻗَﻮْﻟًﺎ ﻛَﺮِﻳﻤًﺎ ﻭَﺍﺧْﻔِﺾْ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﺟَﻨَﺎﺡَ ﺍﻟﺬُّﻝِّ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﺔِ ﻭَﻗُﻞْ ﺭَﺏِّ ﺍﺭْﺣَﻤْﻬُﻤَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺭَﺑَّﻴَﺎﻧِﻲ ﺻَﻐِﻴﺮًﺍ “ Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di an...

ADAB KEPADA RASULULLAH

ADAB KEPADA RASULULLAH             Setiap muslim sudah sangat paham bagaimana kedudukan dan kemuliaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana tidak, nama beliau selalu disebut dalam syahadat setelah nama Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika setiap membaca tasyahud dalam shalat. Setiap muslim wajib mengikuti tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam segala aspek kehidupan bila ingin selamat dan bahagia di kehidupan dunia juga akhirat. Disamping itu, setiap muslim wajib mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melebihi cintanya kepada siapa pun.             Namun, setelah sekian tahun, belasan tahun bahkan puluhan tahun kita mengaku ummat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sudahkah kita beradab yang benar kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?             Allah Subhan...

ADAB KEPADA ALLAH

Sesungguh nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hambaNya sangat banyak, tidak terhitung jumlahnya. Kemana saja seorang hamba mengarahkan pandangannya, dia akan melihat nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dihadapannya. Kenikmatan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah diperoleh hamba-Nya semenjak dia berupa setetes air mani yang bercampur dengan sel telur yang bergantung di dalam rahim ibunya. Kemudian selalu mengiringinya sampai ajal menjemputnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ﻭﻣَﺎ ﺑﻜُﻢْ ﻣﻦْ ﻧﻌْﻤَﺔٍ ﻓﻤِﻦَ ﺍﻟﻠﻪِ   ﺛﻢَّ ﺇﺫَﺍ ﻣﺴَّﻜُﻢُ ﺍﻟﻀﺮُّ ﻓﺈِﻟَﻴْﻪِ ﺗﺠْﺄَﺭُﻭﻥَ “Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. [An-Nahl/16:53]             Bahkan jika manusia hendak menghitung nikmat-Nya, maka dia tidak akan mampu menghitungnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ﻭَﺇِﻥْ ﺗَﻌُﺪُّﻭﺍ ﻧ...