Langsung ke konten utama

ADAB KEPADA RASULULLAH


ADAB KEPADA RASULULLAH

            Setiap muslim sudah sangat paham bagaimana kedudukan dan kemuliaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana tidak, nama beliau selalu disebut dalam syahadat setelah nama Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika setiap membaca tasyahud dalam shalat. Setiap muslim wajib mengikuti tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam segala aspek kehidupan bila ingin selamat dan bahagia di kehidupan dunia juga akhirat. Disamping itu, setiap muslim wajib mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melebihi cintanya kepada siapa pun.

            Namun, setelah sekian tahun, belasan tahun bahkan puluhan tahun kita mengaku ummat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sudahkah kita beradab yang benar kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam?

            Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam beberapa ayat Al-Quran berikut:

 ﻗُﻞْ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﺤِﺒُّﻮﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻧِﻲ ﻳُﺤْﺒِﺒْﻜُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮﺑَﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَﺣﻴﻢ
  
“Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [QS. Ali Imran: 31]

ﻟَﻘَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃُﺳْﻮَﺓٌ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻟِﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺍﻵﺧِﺮَ ﻭَﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ

 “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [QS. Al-Ahzab: 21]

ﻳَﺎ     ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻭَﻻ ﺗُﺒْﻄِﻠُﻮﺍ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻜُﻢْ
  
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.” [QS. Muhammad: 33]
            
 Dalam suatu hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, salah seorang di antara kalian tidak beriman (dengan sempurna) sehingga aku lebih ia cintai daripada anak, orang tua, dan seluruh manusia.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengistimewakan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa keindahan jasad dan akhlak, dan apa saja yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepadanya berupa kesempurnaan jiwa dan dzat. Beliau adalah makhluk yang  tampan dan sempurna . Barangsiapa yang demikian kondisinya, maka bagaimana tidak wajib beradab terhadapnya?

            Diantara adab terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat dilakukan dengan hal-hal berikut ini:

  1. Menaatinya, menelusuri jejaknya, dan menerapkan segenap langkah-langkahnya di dalam seluruh aktivitas kita, baik di dalam urusan dunia maupun agama. 
  2. Membenarkan setiap apa yang beliau kabarkan, baik di dalam urusan dunia, agama maupun perkara ghaib di dalam kehidupan dunia dan akhirat.
  3. Menjauhi apa apa yang beliau cegah dan larang
  4. Menghidupkan sunnahnya, menerapkan syariatnya, menyebarkan dakwahnya dan menunaikan wasiat-wasiatnya.
  5. Mengutamakan kecintaan kepadanya, menghormatinya dan mengagungkannya melebihi kecintaan, penghormatan, dan pengagungan kepada makhluk lainnya.
  6. Mengagungkan dan memuliakan namanya ketika disebut, bershalawat dan salam kepadanya, menghormatinya, menjungjung tinggi karakteristik dan keutamaannya.
            Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan taufik kepada kita agar kita dapat beradab terhadap Nabi kita dan menjadikan kita termasuk pengikut, penolong, dan golongan Beliau. Dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan rizki kepada kita untuk menaatinya dan tidak mengharamkan kita untuk mendapatkan syafaat Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam.


Semoga bermanfaat
Al-Ittiba'

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Macam macam huruf ل dalam Bahasa Arab

Pembagian huruf lam ل dalam ilmu nahwu: 1.  Lam Huruf Jar  (حرف الجَرّ) yaitu huruf yang mengejarkan isim setelahnya. Contohnya: الكتابُ لِمحمدٍ “Kitab tersebut milik Muhammad.” Lam ini difathah ketika masuk pada dhomir – semisal: لَهُ، لَهُم، لَك 2.  Lam Juhud  (لام الجُحُوْد) harus didahului oleh ما كَانَ atau لَمْ يَكُنْ atau pecahannya. Menashobkan fiil mudhori’ setelahnya dengan bantuan أَنْ yang disembunyikan secara wajib. Contohnya: ما كان المجتهِدُ لِيَرسُبَ “Seorang yang bersungguh-sungguh tidak akan gagal.” 3.  Lam Ta’lil  (لام التَّعْلِيْل) disebut juga  Lam Kay  (لامُ كَيْ) menashobkan fiil mudhori’ setelahnya dengan bantuan أَنْ yang disembunyikan secara jawazan (tidak wajib), diterjemah dengan “ agar, supaya “. Semisal: يجتهد عَلِيٌّ لِينجَحَ “Ali bersungguh-sungguh agar dia sukses.” 4.  Lam Aqibah  (لام العَاقِبة) atau Lam Shoiruroh (لام الصَّيْرُوْرة) yaitu apa yang setelah lam menjadi akibat dari sebelumnya, tanpa adanya...

Profil Ma'had Al-Ittiba'

          Ma’had Al-ittiba’ adalah lembaga pendidikan Islam swasta (non pemerintah) yang terletak di lingkungan Bapang RT 01 RW 09 Kelurahan Harjosari Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Ma’had Al-Ittiba’ dirintis sejak tahun 2016, didirikan pondok pesantren pada tanggal 1 April 2017 dengan sistem kurikulum pesantren yang menitik beratkan kepada Ilmu Ilmu diniyyah namun tetap menggabungkan ilmu sains dan ilmu ilmu yang bermanfaat secara proporsional, serta pembekalan skill kepada santri dari Agrobisnis hingga keahlian kealian lain. Untuk kelulusan Ma’had Al-Ittiba’ selain memiliki standar kelulusan pesantren Ma’had juga memberikan fasilitas kelulusan program kesetaraan Paket A. B. Dan C.           Sebagai legalisasi Ma’had Al-Ittiba’ dipayungi oleh Yayasan Majelis Taklim Ilmu Amal dengan harapan agar dikemudian hari dapat memberi manfaat lebih luas kepada masyarakat sekitar serta bangsa dan negar...

Foto Kegiatan Santri

Muhadharah ummum Bandongan dan sorogan kitab Praktik perckapan bahasa Arab dan Inggris Tahfidzul Qur'an Agro edukasi Agro edukasi