ADAB KEPADA RASULULLAH
Setiap muslim sudah sangat paham bagaimana kedudukan
dan kemuliaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana tidak, nama
beliau selalu disebut dalam syahadat setelah nama Allah Subhanahu wa Ta’ala
ketika setiap membaca tasyahud dalam shalat. Setiap muslim wajib mengikuti
tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam segala aspek kehidupan
bila ingin selamat dan bahagia di kehidupan dunia juga akhirat. Disamping itu,
setiap muslim wajib mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melebihi
cintanya kepada siapa pun.
Namun, setelah sekian tahun, belasan
tahun bahkan puluhan tahun kita mengaku ummat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa
sallam, sudahkah kita beradab yang benar kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam?
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam beberapa
ayat Al-Quran berikut:
ﻗُﻞْ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﺤِﺒُّﻮﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ
ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻧِﻲ ﻳُﺤْﺒِﺒْﻜُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮﺑَﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ
ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَﺣﻴﻢ
“Katakanlah, jika kamu
(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [QS. Ali Imran: 31]
ﻟَﻘَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃُﺳْﻮَﺓٌ
ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻟِﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺍﻵﺧِﺮَ ﻭَﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪَ
ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ
“Sesungguhnya telah ada pada
(diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian, (yaitu) bagi orang
yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut Allah.”
[QS. Al-Ahzab:
21]
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺃَﻃِﻴﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ﻭَﻻ ﺗُﺒْﻄِﻠُﻮﺍ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟَﻜُﻢْ
“Hai orang-orang yang beriman,
taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala)
amal-amalmu.” [QS. Muhammad: 33]
Dalam suatu hadits Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam
bersabda:
“Demi Dzat yang jiwaku berada di
Tangan-Nya, salah seorang di antara kalian tidak beriman (dengan sempurna)
sehingga aku lebih ia cintai daripada anak, orang tua, dan seluruh manusia.”
(HR. Muttafaq ‘alaih).
Allah
Subhanahu wa Ta’ala telah mengistimewakan Beliau Shallallahu
‘alaihi wa sallam
berupa keindahan jasad dan akhlak, dan apa saja yang Allah Subhanahu wa Ta’ala
anugerahkan kepadanya berupa kesempurnaan jiwa dan dzat. Beliau adalah makhluk
yang tampan dan sempurna . Barangsiapa
yang demikian kondisinya, maka bagaimana tidak wajib beradab terhadapnya?
Diantara adab terhadap Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam
dapat dilakukan dengan hal-hal berikut ini:
- Menaatinya, menelusuri jejaknya, dan menerapkan segenap langkah-langkahnya di dalam seluruh aktivitas kita, baik di dalam urusan dunia maupun agama.
- Membenarkan setiap apa yang beliau kabarkan, baik di dalam urusan dunia, agama maupun perkara ghaib di dalam kehidupan dunia dan akhirat.
- Menjauhi apa apa yang beliau cegah dan larang
- Menghidupkan sunnahnya, menerapkan syariatnya, menyebarkan dakwahnya dan menunaikan wasiat-wasiatnya.
- Mengutamakan kecintaan kepadanya, menghormatinya dan mengagungkannya melebihi kecintaan, penghormatan, dan pengagungan kepada makhluk lainnya.
- Mengagungkan dan memuliakan namanya ketika disebut, bershalawat dan salam kepadanya, menghormatinya, menjungjung tinggi karakteristik dan keutamaannya.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan taufik
kepada kita agar kita dapat beradab terhadap Nabi kita dan menjadikan kita
termasuk pengikut, penolong, dan golongan Beliau. Dan semoga Allah
Subhanahu Wa Ta’ala
memberikan rizki kepada kita untuk menaatinya dan tidak mengharamkan kita untuk
mendapatkan syafaat Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Semoga bermanfaat
Al-Ittiba'
Komentar
Posting Komentar