Sesungguh nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hambaNya sangat banyak, tidak terhitung jumlahnya. Kemana saja seorang hamba mengarahkan pandangannya, dia akan melihat nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dihadapannya. Kenikmatan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah diperoleh hamba-Nya semenjak dia berupa setetes air mani yang bercampur dengan sel telur yang bergantung di dalam rahim ibunya. Kemudian selalu mengiringinya sampai ajal menjemputnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ﻭﻣَﺎ ﺑﻜُﻢْ ﻣﻦْ ﻧﻌْﻤَﺔٍ ﻓﻤِﻦَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺛﻢَّ ﺇﺫَﺍ ﻣﺴَّﻜُﻢُ ﺍﻟﻀﺮُّ ﻓﺈِﻟَﻴْﻪِ ﺗﺠْﺄَﺭُﻭﻥَ “Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. [An-Nahl/16:53] Bahkan jika manusia hendak menghitung nikmat-Nya, maka dia tidak akan mampu menghitungnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ﻭَﺇِﻥْ ﺗَﻌُﺪُّﻭﺍ ﻧ...
Pondok Pesantren Takhassus Tahfidzul Qur'an dan Bahasa Arab Berbasis Ta'awun dan Sosial