Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni 19, 2026

Menasehati Pemimpin

𝗗𝗔𝗟𝗜𝗟 𝗠𝗘𝗡𝗔𝗦𝗘𝗛𝗔𝗧𝗜 𝗣𝗘𝗡𝗚𝗨𝗔𝗦𝗔 𝗦𝗘𝗖𝗔𝗥𝗔 𝗧𝗘𝗥𝗕𝗨𝗞𝗔   Secara hukum asal dalam menasihati siapapun termasuk kepada para penguasa adalah secara sembunyi-sembunyi jika hal itu memungkinkan. Ini lebih menjaga kehormatan orang yang dinasehati, menghindari fitnah, serta meminimalkan potensi konflik. Nasehat yang disampaikan secara pribadi sering kali lebih efektif karena penguasa tidak merasa dipermalukan. Namun, nasehat juga bisa dilakukan secara terbuka jika memang dibutuhkan, terutama ketika kerusakan akibat tindakan atau kebijakannya sudah begitu jelas dan berdampak luas pada masyarakat. Dalam situasi ini, nasihat terbuka bisa menjadi sarana untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dan berikut adalah dalil-dalilnya: Dalil pertama مَا مِنْ رَجُلٍ يَرَى مُنْكَرًا فَلَا يُنْكِرُهُ وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْكِرَهُ، إِلَّا أَوشَكَ أَنْ يُعَمَّهُمُ اللهُ بِعِقَابٍ مِنْ عِنْدِهِ "Tidak ada seorang pun yang melihat kemungkaran lalu tidak mengingkarinya padahal ...