Catatan Majelis Ramadhan Ma’had Al-Ittiba’
Bawen
Definisi Sunnah Bagian 5
Penulis : Syeikh Muhammad bin Umar Bazmul
Hafidzahullah
Judul :
Fadhlut Tiba’is
Sunnah
3 Jenis ini (pembahasan pada tulisan definisi
sunnah bagian 3 dan 4) termasuk pada sunnah
dhomniyyah (yang tersembunyi pada benak manusia). Akan tetapi,kebanyakan ulama
ahlul hadits perhatian padanya. Oleh karena itu, mereka berpendapat untuk
menyusun kitab kitab yang berkaitan dengan hadits yang mereka dapatkan dari
hadits marfu’ maupun atsar mauquf. Dikarenakan tidak akan
terlepas kandungannya dari dalil dalil atau petunjuk petunjuk yang merujuk pada
salah satu sunnah dari sunnah sunnah yang lain. Maka dari itu, wajib bagi
penuntut ilmu untuk bersungguh sungguh dalam memberi perhatian terhadap riwayat
yang datang dalam sebuah permasalahan (atsar dari para sahabat). Dalam hal
inilah sering terjadi kekurangan pada penuntut ilmu dari beberapa sisi :
1.
Kebanyakan mereka tidak perhatian untuk menjelaskan
shohih atau dhoifnya sebuah atsar.
Apa itu atsar?
Atsar adalah ucapan atau berita dari
para sahabat Rasulullah , tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan para ulama setelah mereka.
2.
Tidak menjelaskan ucapan sahabat Rasulullah
dalam sebuah permasalahan.
3.
Menentang / membuang perkataan yang disandarkan
kepada sahabat sebelum menjelaskan apakah ada pendapat yang lain atau tidak.
Setelah kita mengenal tentang sunnah
dan pembagiannya. Muallif (penulis kitab) menjelaskan tentang keutamaan (Ittiba’)
mengikuti sunnah dan buahnya yang akan diperoleh seorang muslim apabila
mengikuti sunnah rasul.
Pembahasan tentang keutamaan (Ittiba’) mengikuti sunnah Rasulullah adalah pembahasan
tentang islam dengan segala syariatnya, hukumnya yang luar biasa, serta adabnya
yang agung. Karena sunnah adalah agama keseluruhannya. Allah ta’ala berfirman
yang artinya:
وَمَنۡ
يَّبۡتَغِ غَيۡرَ الۡاِسۡلَامِ دِيۡنًا فَلَنۡ يُّقۡبَلَ مِنۡهُ ۚ وَهُوَ فِى
الۡاٰخِرَةِ مِنَ الۡخٰسِرِيۡنَ ٨٥
“Barangsiapa yang mencari agama selain islam,
dia tidak akan diterima dan dia termasuk orang-orang yang rugi di akhirat. Bagaimana
mungkin allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kufur setelah
beriman (murtad), serta mengakui bahwa rasul (muhammad) itu benar-benar rasul
sedangkan telah sampai kepada mereka bukti-bukti yang jelas? Allah tidak akan
memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. Mereka itu, balasannya ialah ditimpa
laknat dari allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalamnya, tidak akan diringankan dari mereka
azabnya dan mereka tidak di beri penagguhan. Kecuali orang yang bertobat
setelah itu. Sungguh allah maha penggampun lagi maha penyayang.” {QS: ALI-IMRAN ; 85-89}
Dicatat
oleh : Muhammad Raihan Abdillah
Kelas : VIII
Tanggal : 29 Maret 2023

Komentar
Posting Komentar