Puasa dan PFC (Pre Frontal Cortex)
PFC adalah bagian otak yang berfungsi mengotrol semua aktifitas tubuh dan keinginan keinginanya yang bekerja berdasarkan hormon Dophamine , hormon yang memicu rasa nikmat dan bahagia kemudian membangkitkan motivasi, tahukah anda bahwa dipuasa ini Allah mendidik kita untuk memperbaiki candu candu negative dalam diri kita yang bersarang didalam otak kita jika puasa itu dilakukan dengan benar benar menepati sesuai dengan syarat syaratnya, rukun rukunya dan sunnah sunnahnya. Dengan bahasa lain puasa memberikan kepada kita suplemen untuk PFC kita, diantaranya :
1. Perintah mengurangi kekenyangan perut dan kecanduan dengan Hoby makan makanan yang enak enak saja sehingga tidak mensykuri makanan sederhana walaupun memiliki takaran gizi yang seimbang dengan makanan enek dan mahal. Rasulullah bersabda
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻲ ﺃﻋﻮﺫ ﺑﻚ ﻣﻦ ﻋﻠﻢ ﻻ ﻳﻨﻔﻊ ﻭﻣﻦ ﻗﻠﺐ ﻻ ﻳﺨﺸﻊ ﻭﻣﻦ ﻧﻔﺲ ﻻ ﺗﺸﺒﻊ ﻭﻣﻦ ﺩﻋﻮﺓ ﻻ ﻳﺴﺘﺠﺎﺏ ﻟﻬﺎ . ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ
“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan”.
[HR. Muslim]
Diantara perkara yang menyebabkan mati, dan kerasnya hati dan akal adalah makan yang berlebihan, (lihat kitab Tazkiyyatun Nufus karya Syaikh Dr. Ahmad Fariq)
Hati yang keras akan sulit menerima nasihat, tidak ada empati kepada orang lain, dan cenderung mementingkan diri sendiri
2. Perintah untuk menjauhi perkataan yang berlebihan dan sia sia.
Perintah berkata seperlunya jujur, baik dan benar bisa menghilangkan candu kebohongan dan kedustaan, candu itu akan menguata dan akan gelisah jika pecandunya sering mendapat keuntungan dan kenikmatan dari kebohongan. Penyakit ini menjangkiti orang orang Munafiq yang kedudukanya dineraka nanti lebih buruk dari pada orang orang kafir sendiri.
Masih dari Kitab Tazkiyyatun Nufus beliau Syaikh Dr. Ahmad farid, bahwa diantara yang dapat menyebabkan matinya dan kerasnya hati adalah ﺍﻟﻔﻀﻮﻝ ﺑﺎﻟﻜﻼﻡ terlalu banyak berbicara dan mengobrol perkataan dan ucapan yang tidak bermanfaat bahkan kotor
ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻮْﻡَ ﺻَﻮْﻡِ ﺃَﺣَﺪِﻛُﻢْ ﻓَﻼَ ﻳَﺮْﻓُﺚْ ﻭَﻻَ ﻳَﺼْﺨَﺐْ ﻭَﻻَ ﻳَﺠْﻬَﻞْ , ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺷَﺎﺗَﻤَﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ ﺃَﻭْ ﻗَﺎﺗَﻠَﻪُ ﻓَﻠﻴَﻘُﻞْ ﺇِﻧِّﻲْ ﺻَﺎﺋِﻢٌ .
“Jika pada hari salah seorang diantara kalian berpuasa, maka janganlah ia mengucapkan kata-kata kotor, membuat kegaduhan dan tidak juga melakukan perbuatan orang-orang bodoh. Dan jika ada orang yang mencacinya atau menyerangnya, maka hendaklah ia mengatakan, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’”
[Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 607)], Sunan Abi Dawud (VI/475, no. 2333), Mustadrak al-Hakim (I/426)]
Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺪَﻉْ ﻗَﻮْﻝَ ﺍﻟﺰُّﻭْﺭِ ﻭَﺍﻟْﻌَﻤَﻞَ ﺑِﻪِ ﻓَﻠِﻴْﺲَ ِ ﻟﻠﻪِ ﺣَﺎﺟَﺔٌ ﻓِﻲِ ﺃَﻥْ ﻳَﺪَﻉَ ﻃَﻌَﺎﻣَﻪُ ﻭَﺷَﺮَﺍﺑَﻪُ .
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengerjakannya, maka Allah tidak memerlukan orang itu untuk meninggalkan makanan dan minumannya (puasanya)
[Mukhtashar Shahiih al-Bukhari (no. 921)], Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (IV/116, no. 1903]
Rasulullah juga pernah bersabda : “Dan cukuplah seseorang disebut sebagai pendusta jika dia menceritakan segala sesuatu yang ia dengar”
3. Perintah menundukan pandangan.
Masih dari rujukan kitab yang sama Dr. Ahmad Farid menyebutkan bahwa diantara perkara yang menyebabkan matinya dan kerasnya hati adalah ﺍﻟﻔﻀﻮﻝ ﺑﺎﻟﻨﻈﺮ Terlalu banyak mengumbar padangan dan penglihatan. Subhanallah wahai para sahabat, betapa Islam ini agama yang agung sungguh perintah menahan pandangan ini betapa sangat bermanfaatnya bagi pengaruh pola fikir dan perilaku seseorang. Menahan pandangan adalah solusi sangat jitu menahan nafsu, ambisi dan amarah, betapa banyak manusia terjabak dalam nafsunya sehingga menyeretnya kedalam kehidupan yang kelam sengasara, kedengkian, hasad dan ambisi duniawiy yang berlebihan. Pandangan adalah panah iblis yang paling jitu merusak akan dan fikiran anak adam. Diantara candu hati yang berbahaya yang dapat terobati dari menahan pandangan ini adalah :
a. Candu dan ambisi berhubungan dengan lawan jenis yang sering menghancurkan bingkai rumah tangga
Saat puasa kita harus menjaga betul perintah Allah agar puasa kita sempurna terkhusus perintah Allah ditujukan bagi mukmin laki-laki dan mukmin wanita; untuk menundukkan pandangan yang berlaku di Ramadhan dan di luarnya.
ﻗُﻞْ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻳَﻐُﻀُّﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺃَﺑْﺼَﺎﺭِﻫِﻢْ
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (QS. Al-Nuur: 30)
ﻭَﻗُﻞْ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨَﺎﺕِ ﻳَﻐْﻀُﻀْﻦَ ﻣِﻦْ ﺃَﺑْﺼَﺎﺭِﻫِﻦَّ
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (QS. Al-Nuur: 31)
Karenanya, seorang puasa wajib menjaga pandangannya dari melihat wanita-wanita di jalanan, gambar-gambar haram di koran-koran, majalah, baliho, menontot aurat-aurat lawan jenis di televisi, video, internet, dan selainnya.
Siapa yang sanggup menjaga pandangannya saat puasa maka kesempurnaannya lebih dekat. Kesempatan menjadi manusia bertaqwa, baik/shalih, sopan dan berbudi pekerti luhurpun semakin kuat. Dan Allah akan bukakan banyak kebaikan kepadanya.
Abu Al-Hasan al-Wariq berkata,
ﻣَﻦْ ﻏَﺾَّ ﺑَﺼَﺮَﻩُ ﻋَﻦْ ﻣُﺤَﺮَّﻡٍ ﺃَﻭْﺭَﺛَﻪُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﺬَﻟِﻚَ ﺣِﻜْﻤَﺔً ﻋَﻠَﻰ ﻟِﺴَﺎﻧِﻪِ ﻳَﻬْﺪِﻱ ﺑِﻬَﺎ ﺳَﺎﻣِﻌُﻮﻩُ ﻭَﻣَﻦْ ﻏَﺾَّ ﺑَﺼَﺮَﻩُ ﻋَﻦْ ﺷُﺒْﻬَﺔٍ ﻧَﻮَّﺭَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻗَﻠْﺒَﻪُ ﺑِﻨُﻮﺭٍ ﻳَﻬْﺘَﺪِﻱ ﺑِﻪِ ﺇِﻟَﻰ ﻃَﺮِﻳﻖِ ﻣَﺮْﺿَﺎﺗِﻪِ
“Siapa menundukkan pandangannya dari yang haram maka Allah anugerahkan hikmah pada lisannya sehingga orang-orang yang mendengarkan ucapannya mendapat petunjuk. siapa menundukkan pandangannya dari yang syubhat, Allah akan sinari hatinya dengan cahaya yang menunjukinya ke jalan keridhaan-Nya.”
Siapa meninggalkan melihat kepada sesuatu yang disukainya, Allah ganti dengan sesuatu yang lebih disukai olehnya. Siapa meninggalkan melihat sesuatu yang Allah murkai, Dia anugerahkan cahaya di hatinya sehingga bisa melihat yang benar dari yang batil. Silahkan cari di youtube.com atau yang semisalnya “Bahaya Pornografi Terhadap Kerusakan Otak”
b. Candu ambisi kedudukan dan jabatan ditengah tengah manusia.
Betapa candu ini sangat berbahaya dan mengerikan, banyak manusia yang katanya cerdik pandai bahkan disebut ulama dapat menjadi seperti anak kecil yang tak henti hentinya berebut mainan seperti anak kecil kemudian mencampakan keilmuan dan kecendekianya demi dianggap ditengah tengah manusia. Mereka lupa bahwa menjadi pribadi yang shalih, dermawan, menjaga harga diri dari memakan harta manusia dengan cara yang bathil baik menipu, mencuri, korupsi, mengelembungkan anggaran, meminta minta, bahkan Naudzbillah menjual diripun, nantinya Allah akan tinggikan derajadnya walaupun ditengah tengah manusia ia tidak memiliki jabatan dan kedudukan, bahkan ketika ia menjadi pribadi yang demikian pasti akan disegani orang orang disekitarnya dan inilah bentuk pemuliaan Allah kepadanya. Candu ini sangat berbahaya, orang yang kecanduan dihormati orang akan mengahalalkan segala cara untuk mendapatkanya maka Rasulullah bersabda:
ﻋَﻦْ ﻛَﻌْﺐِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻴﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﻣَﺎ ﺫِﺋْﺒَﺎﻥِ ﺟَﺎﺋِﻌَﺎﻥِ ﺃُﺭْﺳِﻠَﺎ ﻓِﻲْ ﻏَﻨَﻢٍ ﺑِﺄَﻓْﺴَﺪَ ﻟَﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﺣِﺮْﺹِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤَﺎﻝِ ﻭَﺍﻟﺸَّﺮَﻑِ ﻟِﺪِﻳْﻨِﻪِ
Dari Ka’ab bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua serigala yang lapar yang dilepas di tengah kumpulan kambing, tidak lebih merusak dibandingkan dengan sifat tamak manusia terhadap harta dan kedudukan yang sangat merusak agamanya.”
[Hadits ini dishahihkan oleh at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan lainnya. Lihat Shahîh at-Targhîb wat Tarhîb (no. 1710 dan 3250]
c. Candu Mengumpulkan harta benda untuk pemuas nafsu syahwat
Didalam puasa kita dianjurkan banyak bersedekah agar puasa kita mendapat maksimal pahala, terlbih memberi makan berbuka kepada orang yang berpuasa tidak tanggung tanggung pahala sama dengan yang berpuasa, dan ini adalah model pembelajaran praktik langsung yang diakui didunia pendidikan memberi manfaat yang sangat besar dalam pemamtapan materi, Allah menghendaki kita umat Islam menjadi Umat Rahmatan Lil ‘alamin, maka dipuasa ini Allah mendidik kita untuk praktik secara langsung menjadi Pribadi yang baroka dan bermanfaat untuk orang lain dan ringan tangan dalam membantu orang lain, bahkan diakhir puasa Allah wajibkan Zakatul fitri yang wajib dikeluarkan baik yang kaya maupun yang miskin untuk mengeluarakanya demi menyembuhkan penyakit candu kikir dan cinta dunia yang merugikan diri sendiri dan memberatkan hisab diakhirat kelak.
Orang orang yang terbiasa dengan kemewahan ia kan melihat/ otak yang mereka miliki akan memberikan stimulus ke seluruh tubuhnya bahwa kemiskinan dan berkurangnya harta adalah bencana besar yang meresahkan jiwa sehingga sulit baginya ridha dan ikhlash terhadap ujian kemiskinan yang bisa menyebabkan mereka sakit jiwa (gila) bahkan bunuh diri atau menganggap dirinya tak berguna sehingga melacurkan diri Naudzubillah, atau menempuh jalan jalan haram untuk mempertahankan eksistensinya sebagai orang kaya. Dan hal ini banya sekali kasusnya dinegara Negara yang katanya Negara maju. Rasullah bersabda :
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan nasehat kepada Abu Dzar. Abu Dzar berkata,
ﺃَﻣَﺮَﻧِﻲ ﺧَﻠِﻴﻠِﻲ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺑِﺴَﺒْﻊٍ ﺃَﻣَﺮَﻧِﻲ ﺑِﺤُﺐِّ ﺍﻟْﻤَﺴَﺎﻛِﻴﻦِ ﻭَﺍﻟﺪُّﻧُﻮِّ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻭَﺃَﻣَﺮَﻧِﻲ ﺃَﻥْ ﺃَﻧْﻈُﺮَ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﺩُﻭﻧِﻲ ﻭَﻟَﺎ ﺃَﻧْﻈُﺮَ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻦْ ﻫُﻮَ ﻓَﻮْﻗِﻲ
“Kekasihku yakni Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah tujuh perkara padaku, (di antaranya): [1] Beliau memerintahkanku agar mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka, [2] beliau memerintahkanku agar melihat orang yang berada di bawahku (dalam masalah harta dan dunia), juga supaya aku tidak memperhatikan orang yang berada di atasku. …”
(HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Mari kita cermati kisah Qarun :
ﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝ ﻟَﻮُ ﻗَػﻮْﻣُﻮُ ﻟَﺎ ﺗَػﻔْﺮَﺡْ ﺇِﻑَّ ﺍﻟﻠَّﻮَ ﻟَﺎ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟْﻔَﺮِﺣِﻴﻦَ
“(Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.”
(QS.Al-Qashash,76)
Akan tetapi, Qarun menjawab nasihat kaumnya dengan kata-kata yang penuh kecongkakan, seperti yang disebutkan dalam firman Allah,
ﻗَﺎﻟَِْﻨَّﻤَﺎ ﺃُﻭﺗِﻴﺘُﻮُ ﻋَﻠَﻰ ﻋِﻠْﻢٍ ﻋِﻨْﺪِﻱ
Qarun berkata, “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.” (QS Al-Qashash, 78)
Kecongkakan Qarun tidak hanya dilakukan oleh Qarun sendiri, tetapi sejarah telah mencatat bahwa orang-orang terdahulu yang diberi kekayaan atau kekuatan, maka mereka selalu bersikap seperti Qarun, karena mereka mempunyai watak, tabiat dan perilaku seperti Qarun. Karena itu, kita sebaiknya hanya membicarakan kisah Qarun saja. Adapun orang-orang yang ingin diberi kekayaan seperti Qarun, mereka berkata seperti yang disebutkan dalam firman Allah,
ﻳَﺎ ﻟَﻴْﺖَ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﺜْﻞَ ﻣَﺎ ﺃُﻭﺗِﻲَ ﻗَﺎﺭُﻭﻑُ ﺇِﻧَّﻮُ ﻟَﺬُﻭ ﺣَﻆٍّ ﻋَﻈِﻴﻢٍ
“Duhai kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.”
(QS Al-Qashash, 79)
Tetapi, ketika mereka menyaksikan Qarun mendapat siksa dari Allah, yaitu ia dibenamkan di dalam bumi, maka kaumnya yang kemarin berharap mendapat kekayaan seperti yang diberikan kepada Qarun, maka mereka berkata seperti yang disebutkan dalam firman Allah,
ﻭَﺃَﺻْﺒَﺢَ ﺍﻟَّﺬﻳﻦَ ﺗَﻤَﻨَّﻮْﺍ ﻣَﻜَﺎﻧَﻪُ ﺑِﺎﻟْﺄَﻣْﺲِ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻭَﻳْﻜَﺄَﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳَﺒْﺴُﻂُ ﺍﻟﺮِّﺯْﻕَ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺸَۤﺎﺀُ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩ ﻭَﻳَﻘْﺪِﺭُ ﻟَﻮْﻟَۤﺎ ﺃَﻥْ ﻣَﻦَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻟَﺨَﺴَﻒَ ﺑِﻨَﺎ ﻭَﻳْﻜَﺄَﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﻳُﻔْﻠِﺢُ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮُﻭﻥَ
“Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Qarun itu, berkata, “Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang- orang yang mengingkari (nikmat Allah).”
(QS Al-Qashash, 82)
Maksudnya, karena Qarun selalu bersikap congkak dengan kekayaannya, maka Allah menghukumnya dengan hukuman yang sangat berat, yaitu ia dibenamkan ke dalam bumi beserta tempat tinggal dan seluruh kekayaannya, seperti yang disebutkan oleh Al-Qur’an dalam firman Allah,
ﻓَﺨَﺴَﻔْﻨَﺎ ﺑِﻮِ ﻭَﺑِﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟَْْﺮْﺽَ ﻓَﻤَﺎ ﻛَﺎﻑَ ﻟَﻮُ ﻣِﻦْ ﻓِﺌَﺔٍ ﻳَػﻨْﺼُﺮُﻭﻧَﻮُ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻑِ ﺍﻟﻠَّﻮِ ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻑَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻢُ ﻧْﺘَﺼِﺮِﻳﻦَ
“Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).”
(QS Al-Qashash, 81)
Demikian sedikit ulasan tentang kaitan puasa dengan otak kita terkhusus dengan PFC yang menurut penelitaan bahawa PFC inilah penggerak oragan tubuh kita baik perilaku, pengembilan keputusan, niat dan motivasi. Sampai detik ini (sebatas pengetahuan saya) para ilmuwan bahka ulama belum bisa menjelaskan dimanakah letak nyawa / ruh / jiwa padahal ruh inilah yang merasakan yang sakit yang bhahagia dan semua sensasi yang diarsakan jasad. Jasad yang tercabut Ruhnya tidak lagi merasakan apa apa.. Sedangkan penggunaan kata jiwa atau Nafs sering dikaitan dengan Hawa, sering kita mendengar Hawa Nafsu, Hawa Nafsu senantiasa mengaja kepada kemungkaran, disisi lain Allah memanggil Nafsul Mut’mainnah yang cenderung kepada keataatan, terkadang menyebutkan Nafsul Lawwamah yang suka menyalhkan diri sendiri.
Wallahu ta’al A’lam
Semoga Puasa tahun ini mengantarkan kita menjadi pribadi pribadi yang bertaqwa, dan bermanfaat bagi umat manusia, serta Allah mudahkan kita membawa adab dab puasa diseluruh bulan yang lain.
Dokter Aimee Nugroho SpKJ dari National Hospital Surabaya setuju bahwa puasa juga bermanfaat bagi otak seseorang.
Ia mengatakan, puasa sangat bermanfaat untuk mengembangkan salah satu bagian otak, yaitu Prefrontal cortex.
Diceritakan Aimee, ada sebuah penelitian yang membuktikan, ketika seorang biarawan, biarawati dan biksu berdoa dan berpuasa, area Prefrontal cortex mereka berkembang.
"Saat kita berpuasa, kegiatan menahan lapar dan haus itu ternyata berfungsi melatih dan mengembangkan bagian otak tersebut. Apabila Prefrental cortex berkembang, seseorang akan jadi lebih mudah mengendalikan diri," jelas Aimee.
Prefrontal cortex terletak tepat di belakang dahi. Fungsi dari otak bagian ini adalah untuk berpikir, merencanakan, memutuskan sesuatu, mengontrol emosi dan tubuh, memahami diri sendiri, empati pada orang lain, dan juga moral.
Orang-orang yang punya kepribadian dewasa adalah orang yang punya Prefrontal cortex yang tumbuh dengan baik. prefrontal cortex adalah bagian depan otak manusia atau lebih tepatnya salah satu bagian anterior dari otak yang terletak pada Lobus Frontal, di depan daerah motor dan premotor. berisi lima bidang utama untuk fungsi neuropsikiatri (planning, organizing, problem solving, selective attention, personality) dan fungsi motorik serta memediasi fungsi intelektual yang lebih tinggi (higher cognitive functions) yakni termasuk emosi dan perilaku. Pada wilayah ini otak telah terlibat dalam perencanaan perilaku kognitif yang kompleks, ekspresi kepribadian, pengambilan keputusan dan perilaku sosial yang benar.
Bagian bagian dari PFC :
Orbito frontal cortex (OFC)
Adalah Termasuk bagian dari prefrontal cortex yang menerima proyeksi dari magnocellular, nukleus medial (tengah – tengah) dari mediodorsal thalamus.
Dorsolateral prefrontal cortex (D-PFC)
AdalahKorteks prefrontal dorsolateral penting untuk “kognitif” dan ‘fungsi eksekutif’ seperti working memory,pembentukan niat tindakan yang goal-directed, penalaran abstrak, dan pengendalian attensi (perhatian).
Ventrolateral prefrontal cortex (V-PFC)Ventrolateral PFC (V-PFC) diduga terlibat dalam tugas-tugas yang relative sederhana, seperti pemeliharaan informasi jangka pendek yang sementara tidak dapat dilakukan dalam working memory (misalnya, mengingat nomor telepon yang baru saja dikatakan sebelum diketik pada telepon)
PFC sangatlah penting untuk manusia, tetapi sering dirusak dengan menonton pornografi dan hal hal tidak baik lainnya. PFC membutuhkan 25 tahun untuk berkembang dengan sempurna,sedangkan saat kita berumur 13-16 tahun sudah mulai merusaknya.
Komentar
Posting Komentar