Pembagian Ma ما dalam Bahasa Arab:
1. Ma Nafiyah (ما النَّافِية) yaitu untuk menafikan kalam, ma ini terbagi 2:
• Ma yang masuk pada jumlah ismiyah. Contohnya:
ﻭَﻣَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺇِﻟَّﺎ ﺭَﺳُﻮﻝٌ
ما عِنْدِيْ كِتابٌ
• Ma yang masuk pada jumlah fi‘liyah, ما ini tidak beramal dan kebanyakannya masuk pada fi‘il madhi. Contohnya:
ﻣَﺎ ﺟَﺎﺀَﻧَﺎ ﻣِﻦْ ﺑَﺸِﻴﺮٍ
ما ذَهَبْتُ إلى المَسْجِد
Apabila masuk pada fi‘il mudhori‘ maka menafikan waktu hadir (sekarang):
ما أذْهَبُ الآنَ إلى المسجد
2. Ma Syartiyah (ما الشَرْطِيّة) yaitu ما yang menjazemkan 2 fiil sekaligus. Contohnya:
ﻭَﻣَﺎ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺧَﻴْﺮٍ ﻳَﻌْﻠَﻤْﻪُ ﺍلله
Fi‘il pertama تفْعَلُوْا majzum dengan dihapusnya nun, dan fi‘il kedua يعلَمْ majzum dengan sukun.
ما تأكُلْ آكُلْ
Fi’il pertama dan kedua majzum dengan sukun.
3. Ma Istifhamiyah (ما الاسْتِفْهامِيّة) yaitu ما yang digunakan untuk menanyakan sesuatu yang tidak berakal. Contohnya:
ﻭَﻣَﺎ ﺗِﻠْﻚَ ﺑِﻴَﻤِﻴﻨِﻚَ ﻳَﺎ ﻣُﻮﺳَﻰ
ما هذا؟
Ma ini dihapus alifnya apabila masuk huruf jar padanya. Contoh:
ﻋَﻢَّ ﻳَﺘَﺴَﺎﺀَﻟُﻮﻥَ
Terkadang digunakan untuk pembesaran terhadap sesuatu. Contohnya:
ﺍﻟْﻘَﺎﺭِﻋَﺔُ ﻣَﺎ ﺍﻟْﻘَﺎﺭِﻋَﺔُ
4. Ma Maushulah (ما المَوْصُوْلة) yaitu ما yang bermakna الذي untuk sesuatu yang tidak berakal. Contohnya:
ﻣَﺎ ﻋِﻨْﺪَﻛُﻢْ ﻳَﻨْﻔَﺪُ
فهِمْتُ ما كَتَبَ المدرِّسُ على السَّبُوْرة
5. Ma Mashdariyah (ما المَصْدَرِيَّة) ma ini terbagi 2:
• Ma Mashdariyah ghoiru Dzorfiyah, (ما المصدرية غَيْرُ الظَرْفِيّة) yaitu ما yang ditakwil dengan fi’il setelahnya menjadi mashdar, tanpa adanya makna dzorof. Contohnya:
ﻭَﺩُّﻭﺍ ﻣَﺎ ﻋَﻨِﺘُّﻢْ
“Mereka menyukai kesusahanmu.”
عَجِبْتُ مِمَّا فَعَلْتَ
“Perbuatanmu membuatku heran.”
Yaitu takdirnya وَدُّوْا عَنَتَكم dan مِنْ فِعْلِكَ
• Ma Mashdariyah Dzorfiyah (ما المصدرية الظرفية) yaitu ma yang ditakwil ke mashdar dan ditakdirkan padanya zorof zaman مُدَّة, biasanya diterjemah dengan “selama“. Contohnya:
ﻭَﺃَﻭْﺻَﺎﻧِﻲْ ﺑﺎﻟﺼَّﻼﺓ ﻭﺍﻟﺰَّﻛﺎﺓ ﻣﺎ ﺩُﻣْﺖُ ﺣﻴًّﺎ
“Menyuruhku sholat dan membayar zakat selama aku hidup.”
سيَبْقى الإسلامُ ما بقيَ العَالِمُ
“Islam akan tetap ada selama masih ada Ulama.”
Yaitu takdirnya ﻣُﺪَّﺓَ ﺩَﻭَﺍﻣِﻲْ ﺣَﻴًّﺎ dan مُدَّةَ بَقاءِ العالِم
Diantara contoh adalah hadits Rasulullah:
واللّهُ في عَوْن العَبْد ما كان العبدُ في عون أخيه
Yaitu takdirnya مُدَّةَ كَوْنِ العَبْد
6. Ma Hijaziyah (ما الحِجازِيّة) yaitu ما bermakna nafi yang beramal seperti amalnya لَيْسَ yaitu merofa’kan mubtada, dan menashobkan khobar. Contohnya:
ﻣَﺎ ﻫَﺬَﺍ ﺑَﺸَﺮًﺍ
ﻣَﺎ ﻫُﻦَّ ﺃُﻣَّﻬَﺎﺗِﻬِﻢْ
7. Ma Zaidah (ما الزائِدَة) hanya sebagai tambahan, bermakna taukid apabila dalam Qur’an. Contohnya:
ﻓَﺒِﻤَﺎ ﺭَﺣْﻤَﺔٍ ﻣِﻦَ اللهِ ﻟِﻨْﺖَ ﻟَﻬُﻢْ
“Maka disebabkan rahmat dari Allah, kamu berlemah lembut terhadap mereka.”
Kebanyakan ma ini didahului huruf jar مِنْ، عَنْ، dan ba’, dalam keadaan huruf jar tersebut tetap mengejarkan isim setelahnya, semisal firman Allah تعالى:
مِمَّا خَطِيْئاتِهم
عَمَّا قَلِيْلٍ
فَبِمَا نَقْضِهم
Apabila didahului huruf jar رُبَّ dan kaf, maka kebanyakan tidak mengejarkan isim setelahnya.
Banyak juga ma ini terletak setelah إذَا syartiyah, semisal firman Allah تعالى:
ولا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدَّعاءَ إذا ما يُنْذَرُوْن
Terkadang ma ini bersambung dengan fi‘il lazim dan menjadikannya tidak membutuhkan fail — semisal: طَالَما، قَلَّما، كَثُرَما
Atau bersambung dengan sifat dari fi‘il-fi‘il lazim tersebut, semisal firman Allah تعالى:
قَلِيْلًا مَا تَشْكُرُوْن
قليْلًا مَا تَذَكَّرُوْن
8. Ma Ta’ajjubiyah (ما التَعَجُّبِيّة) yaitu ما yang digunakan apabila takjub terhadap sesuatu. Contohnya:
ما أجْمَلَ السَّماءَ
“Betapa indahnya langit!”
ما أسْرَعَ هذه السَّيَّارَةَ
“Betapa cepatnya mobil ini!”
Semisal dalam Qur’an:
قُتِل الإنسانُ ما أكْفَرَه
“Binasalah manusia, betapa kafirnya dia.”
9. Ma Kaffah (ما الكَافَّة) yaitu huruf yang masuk pada إنَّ dan saudaranya, dan menahan amalannya. Contohnya:
ﻭَﺇِﻥْ ﺗَﻮَﻟَّﻮْﺍ ﻓَﺈِﻧَّﻤﺎ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺍﻟْﺒَﻼﻍُ
Huruf ini berfaidah Ta’yin التَعْيِيْن yaitu menetapkan apa yang disebutkan setelahnya dan menafikan selainnya, semisal:
إنّما المؤمنُوْنَ إخْوَةٌ
Ditetapkan bahwa hanya orang-orang mu’min bersaudara, sedangkan selainnya dinafikan.
10. Ma Nakirah Tammah Mubhamah (ما النَكِرَة التامّة المُبهَمة) atau Ma Ibhamiyah yaitu ما yang menjadi sifat bagi isim nakirah. Contohnya:
أعْطِنِي كِتابًا مَا
Yaitu كتابًا أي كتاب kitab yang mana saja.
أكْرِمْ رَجُلًا مَا
Yaitu رجلًا أيّ رجل lelaki yang mana saja.
أزُوْرُك يَوْمًا ما
“Aku akan mengunjungimu suatu hari nanti.”
Semisal contoh juga ucapan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه:
أَحْبِبْ حبيْبَكَ هَوْنًا ما عسى أن يكون بَغِيْضَك يومًا ما
“Cintailah kekasihmu seperlunya saja, boleh jadi suatu hari nanti dia menjadi orang yang sangat kamu benci.”
Ma ini di’irob sebagai na’at dari isim nakirah sebelumnya dan tidak terletak silah ataupun sifat setelahnya.
11. Ma Nakirah Maushufah (ما النكرة الموصوفة) yaitu ma yang disifati. Contohnya:
مررتُ بما مُعْجِبٍ لك
Yaitu بِشَيْءٍ معجبٍ
12. Ma Mughoyyiroh (ما المغيّرة) yaitu ما yang bersambung pada kata yang menunjukkan atas syarat, dan merubahnya menjadi kata yang tidak memiliki makna syarat. Semisal bersambungnya ما ini dengan لَوْ, sehingga menjadi لَوْما:
لَوْما قرأْتُ القرآن
13. Ma Muhayyi’ah (ما المهيّئة) yaitu ما yang bersambung pada kata yang bukan syarat, dan merubahnya menjadi syarat. Semisal lafadz حَيْثُ menjadi bermakna syarat apabila bergandeng dengan ma:
حَيْثُما كنت تجدْ أصدقاء الخير
14. Ma Iwadh العِوَض yaitu penganti, dan ini terbagi 2:
• Pengganti fiil, semisal:
أما أنتَ مُنطلِقًا انطلقْتُ
Asalnya adalah لِأَنْ كُنْتَ مُنطلقًا انتلقْتُ kemudian dihapus lam ta’lil dan كان, dan digantikan oleh ما.
• Pengganti idhofah, semisal ucapan Penyair:
ولا سِيَّما يَوْمًا بِدارةِ جُلْجُلِ
“Terutama hari di Daratul Juljul.”
Yaitu takdirnya لا سِيَّ يَوْمٍ يوْمًا بِدَارةِ جُلْجُل
Terdapat beberapa pendapat tentang مَا pada syair di atas, ada yang meng-irobnya zaidah, maushulah, dan nakirah tammah.
Rujukan :
• Janaa Daani fi Hurufil Ma’aani, hal 322-341
• Muwassil Thulab ila Qowa’idil I’rob, hal 282-304
• Syarah Damamini ala Mugni Labib, jilid 2, hal 208-229
• Burhan fii ‘Ulumil Qur’an, jilid 4, hal 341-352
• Adawatul I’rob, hal 229-236
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Label
Nahwu- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar